Inilah Cara Membuat Brand Baju Sendiri

membuat brand baju sendiri – Berbicara tentang produk itu sendiri, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dilakukan juga.

Ada banyak proses yang harus diikuti untuk membuat produk sendiri, dalam hal ini pakaian.

Semuanya harus diatur dengan sempurna, dikelola dan diatur dengan baik, diisi dengan perhitungan yang akurat.

Sekali lagi, disini saya hanya mencoba memberikan gambaran berdasarkan pengalaman pribadi terkait membuat jeans saya sendiri.

Jadi wajar saja jika beberapa hal kurang relevan dengan pendapat atau pendapat Anda nantinya.

 

Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dalam mengumpulkan rangkaian informasi terkait bisnis celana jeans yang sedang dijalankan, dan masih memerlukan pengembangan, baik dari segi pengetahuan maupun pengalaman.

Oleh karena itu, dengan diterbitkannya artikel ini, saya berharap artikel tentang modal usaha yang dibutuhkan untuk membuat brand baju sendiri ini dapat digunakan sebagai ilustrasi dan referensi serta untuk dibaca.

Saya harap pengalaman saya akan membantu Anda menegaskan diri sendiri dan berpikir lebih banyak sebelum Anda mulai membuat produk pakaian Anda sendiri.

 

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan juga perhatikan sebelum mempertimbangkan modal.

Pelajari lebih lanjut tentang hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis pakaian, terutama jeans.

Setelah mengetahui apa yang perlu dilakukan dan juga perencanaan, kini saatnya menentukan modal usaha yang diperlukan yang akan digunakan nantinya.

Berikut adalah beberapa gambaran seberapa besar modal usaha yang dibutuhkan untuk membuat brand baju sendiri khususnya jeans.

Baca juga: Aplikasi Edit Foto Pengantin Terbaik

1. Label / Merek

Dalam hal ini, saya berasumsi Anda sudah memiliki nama untuk merek Anda, termasuk desain.

Jika bisnis yang akan Anda jalankan adalah denim, Anda harus memiliki beberapa komponen branded untuk jeans Anda. Diantara nya:

1. 1. Patch kulit

membuat brand baju sendiri

Patch kulit merupakan komponen merek pada produk jeans yang erat kaitannya dengan jeans.

Dari namanya saja, kata “kulit” berarti kulit, karena tambalan kulit biasanya terletak di bagian belakang celana, khususnya di pinggang kanan.

Untuk harga tambalan kulit, saya tidak punya cukup data untuk dijadikan patokan. Namun, berdasarkan pengalaman membuat tambalan kulit, biaya yang dibutuhkan adalah Rs. 1.500.000 – dengan jumlah kulit yang diproduksi mencapai 150 buah.

Tentunya harga juga menyesuaikan dengan bahan, desain, ukuran dan cara pembuatannya.

Kalau saya pribadi, harga 1,5 juta dipakai untuk membuat tambalan kulit dari bahan standar, ukuran, desain yang tidak terlalu rumit dan menggunakan metode sablon kulit.

Ya, mungkin bagi Anda yang lebih berpengetahuan dan berpengalaman serta tahu banyak tentang gaya dan kualitas, tambalan kulit seperti ini mungkin tidak menarik bagi Anda.

Namun, pada 2010-2012, banyak merek domestik terkenal menggunakan tambalan kulit serupa.

1. 2. Tombol dan paku keling

membuat brand baju sendiri

Untuk tombol dan sekrupnya sendiri, saya hanya tahu sedikit tentangnya. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi di mana melakukan ini dan berapa banyak modal yang diperlukan untuk melakukannya.

Harap dicatat bahwa ini bukan standar, karena harga yang saya cantumkan untuk kancing dan paku keling ini didasarkan pada perkiraan pribadi dan beberapa informasi yang diperoleh beberapa tahun yang lalu. Untuk membuat stud dan rivet tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri karena ada jumlah minimal.

Kecuali Anda menginginkan sesuatu yang murah, Anda bisa membuat kancing dan paku keling dari bahan biasa (seperti plat besi atau seng biasa), dengan harga mulai dari Rp. 100 – 200 rupee hanya dalam jumlah tidak kurang dari 100 total atau 14.400 lembar per jenis.

Jika dikalikan, maka total uang yang harus dikeluarkan untuk membuat stud dan rivet dari bahan biasa adalah Rp. 4.328.000,-

Kancing dan paku keling adalah bahan utama yang baik (tahan karat, tidak seperti pelat besi atau seng), yaitu kuningan atau tembaga.

Harga paku keling bisa mencapai Rp. 300 dan 1 tombol seharga Rs. 500 dengan jumlah minimum 100 total atau 14400 untuk setiap jenis.

Jadi ketika Anda menggandakan uang untuk membuat kancing dan baut berkualitas baik adalah Rp. 11.520.000,-

Apalagi jika Anda ingin produk Anda terlihat bagus dan menarik dari segi kancing dan paku keling baik yang besar maupun yang kecil.

Mungkin dana yang dibutuhkan hampir 30 juta.

1. 3. Hang tag

membuat brand baju sendiri

Hang tag ini biasanya selalu ada pada semua produk denim dari brand-brand pilihan. Maksudnya sebagai media promosi sekaligus sebagai media brand dari produk itu sendiri.

Karena pada umumnya konsumen akan senang memiliki banyak merek berbeda yang sudah mereka miliki.

Harga pembuatan hang tag ini bervariasi sesuai dengan ukuran, bahan dasar, desain dan aspek teknis lainnya. Hang tag juga minim, jadi tidak bisa beli unitnya.

1. 4. Tas: Plastik / Kertas

membuat brand baju sendiri

Untuk memaksimalkan citra merek produk Anda, semua detail, termasuk kemasan, harus disiapkan dengan baik.

Itu semua tergantung pada jenis kemasan yang Anda inginkan, dan ada banyak pilihan kemasan yang baik untuk produk Anda selain plastik atau kertas.

Seperti halnya dalam pembuatan leather patch, rivet dan kancing, selain hang tag, packaging bag juga memiliki jumlah minimal dengan harga yang bervariasi sesuai ukuran, desain, dll.

Meskipun mungkin ada beberapa detail lain yang tidak disebutkan di sini, gambar dari empat merek di atas adalah umum dan umum di produk pakaian, terutama jeans.

2. Bahan denim

Untuk bahannya sendiri saya menggunakan denim lokal karena harganya yang sangat terjangkau. Berkisar antara Rp. 20.000 – Rp. 40.000 per meter (harga 2012-2013) tergantung kualitas tiap meter.

Meskipun ini bukan standar untuk jumlah meter bahan yang dibutuhkan untuk membuat celana jeans, ini didasarkan pada pengalaman dan masukan dari penjual bahan.

Umumnya untuk membuat jeans ukuran standar tidak terlalu besar yaitu sekitar 1,2 hingga 1,5 meter.

3. Layanan konveksi

membuat brand baju sendiri

Setelah mendapatkan denim dan branding siap dipakai. Sekarang saatnya memasukkan semuanya ke dalam jeans Anda. Adapun layanan itu sendiri, setiap layanan memiliki daftar harga sendiri.

Namun berdasarkan pengalaman, saya masih mengandalkan jasa pembuatan celana yang menerima produksi satuan karena modal usaha saya minim.

Untuk harga yang diberikan oleh produsen celana itu sendiri, harga yang dikutip sekitar Rp per unit celana. 40.000 – Rp. 60.000 berdasarkan ukuran, desain, dan kerumitan.

Tapi, jika Anda tidak ingin repot. Anda bisa menggunakan jasa konveksi ternama yang sudah Anda kenal. Saya ingin mencobanya, karena saya memperhatikan kualitas dan keakuratan jahitannya.

Namun sayangnya lagi-lagi soal harga yang tidak pas di kantong sama sekali. ha ha

Karena ada juga jumlah minimum jika Anda membuat jeans. Ada beberapa ketentuan yang sering dimiliki oleh jasa konvektif, seperti jumlah minimal pemesanan.

Misalnya, Layanan Konveksi akan menerima pesanan Anda jika Anda memesan 100 unit per ukuran. Jadi tidak bisa sembarangan memilih jumlah ukuran celana atau mengatur jumlah ukuran celana S, jumlah ukuran M, L, dll. Untuk setiap ukuran celana yang akan diproduksi.

Singkatnya, jumlah minimum adalah sebagai berikut:

  • 100 buah setiap ukuran 27
  • 100 buah setiap ukuran 28
  • 100 buah setiap ukuran 30
  • 100 buah setiap ukuran 32

Kebayang kan berapa modal yang dikeluarkan untuk membuat celana sendiri?

Adapun total modal usaha yang digunakan, tidak dapat digeneralisasikan karena setiap pemilik produk memiliki skala dan akunnya sendiri. Juga, tergantung pada kualitas yang ingin Anda berikan kepada konsumen.

Namun jika dihitung secara kasar berdasarkan beberapa hal yang sangat mendasar dan umum untuk dapat memproduksi garmen, khususnya jeans biru yang telah disebutkan di atas, maka modal yang dibutuhkan bisa lebih dari Rs. 50000000,-

Meski memiliki modal usaha yang cukup, sayang sekali jika perhitungan Anda salah dan Anda terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Baca juga:Cara Iklan di Facebook Ads Gratis

Mengapa saya mengatakan itu?

Sebab saya juga mengalami hal yang sama, yaitu tersandung, terhenti dan akhirnya berhenti di tengah jalan akibat belum matangnya rencana yang dibuat, serta minimnya masyarakat untuk mengantisipasi rangkaian hal tersebut.

Hal yang sama mungkin juga terjadi pada serangkaian bisnis yang baru saja dimulai. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kegagalan bisnis bahkan jika dirancang seperti itu.

Terkadang memulai bisnis butuh banyak nyali dan nyali, tapi tidak asal-asalan, apalagi malas.

Terima kasih semoga membantu dengan cara membuat brand baju sendiri dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyebutan nama, istilah, dll.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button